Pages

Followers

Jom Melabur: Amanah Saham Akhirat (ASA)


Jelas kepada kita bahawa dunia ini hanya sementara, tidak kekal lama, dan merupakan 'ladang' bagi Akhirat. Dunia merupakan tempat kita bercucuk tanam dan akan menuai hasilnya yang lumayan di Akhirat kelak. Jika tanaman yang kita tanam itu berkualiti dan bermutu tinggi, nescaya kita akan mendapat habuan dan hasil yang berlipat kali ganda. Begitulah sebaliknya. Balasan di hari Qiyamah nanti pun begitu juga, jika amal ibadah yang kita lakukan di dunia hari ini berkualiti dan memenuhi syarat-syarat serta tuntutannya, nescaya kita juga akan mendapat balasan pahala yang berlipat kali ganda dan habuan Syurga Allah S.W.T.
Justeru itu, salah satu cara untuk kita melabur atau bercucuk tanam di dunia ini ialah dengan melakukan 'infaq' fi sabilillah(di jalan Allah). Apa buktinya? Buktinya dinyatakan sendiri oleh Allah S.W.T. dalam kitab-Nya yang suci, Al-Quran:"Perumpamaan (infaq yang dikeluarkan) oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir (yang lain), pada tiap-tiap butir (menghasilkan) seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan, Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui." [Al-Baqarah: 261]
Jadi, ringkasnya orang yang menginfaqkan (menyumbangkan) hartanya di jalan Allah samada membantu perjuangan menegakkan Islam, peperangan yang melibatkan tentera Islam atau membantu mengeluarkan saudara seaqidah kita daripada belengu kefaqiran dan kemiskinan akan dilipatgandakan pahala (sebagai balasan infaq tersebut) sebanyak sepuluh hingga tujuh ratus kali ganda. MasyaAllah! Pemurahnya Allah S.W.T. Ayuh! tunggu apa lagi, sama-sama kita menginfaqkan harta benda dan jiwa raga di jalan Allah. Mukmin Power!

DOSA YANG LEBIH BESAR DARI BERZINA

oleh:saiful razman


Pada suatu senja yang lengang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-hayung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam.

Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang telah meroyak hidupnya.

Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut."Saya takut mengatakannya. "jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.

Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya... telah berzina". Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun...lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya... cekik lehernya sampai... mati," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, "Perempuan bejad, pergi kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku kerana perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata kerana jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa.. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mahu dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.

Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,"Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya? " Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?" "! Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran."Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina".

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Bererti ia seakan-akan
menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertaubat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh bererti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu ada, di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mahu menerima kedatangannya.

Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan solat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan solat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah lapan puluh
tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakhirat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.

Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban solat dengan istiqomah.

Study bulan puasa! aku ada tips nyer!

One of the main things that kids struggle with during their school years are proper study habits. Developing a habit can take a couple of weeks, so be consistent, and implement these ten tips to help them study better.

1. A consistent time and place is best. If your child has a desk, have them use it to study, and they should study at a regular time each day. If no desk is available, establish a "study place" to use each time.

2. Studying should begin immediately when your child sits down. Don't let them fall into other distractions, like answering emails from friends or doodling. They can do those things later, as a reward for themselves, when they get their studying done!

3. Help your child plan what they need to accomplish. At the beginning of the study session, help them write down exactly what they want to get done (complete two pages of an essay, finish a paper, write a short story, answer ten math questions, learn a new computer function, etc).

4. Large tasks should be broken down into smaller ones. For example, if an essay is to be written, the tasks might include coming up with a thesis, writing a solid first paragraph, planning out the points that need to be covered, researching those points, writing each section, etc.

5. Keep a "log book" or record of needs to be accomplished in each study section. Your child can look over it later and be impressed with themselves!

6. Keep studying supplies in a handy place, like in a shoe box. Have your child organize them so they can grab what they want quickly, without having to rummage around.

7. Be aware of when your child starts to daydream, and stop them right away. Help them concentrate for blocks of time, but be sure to allow them regular breaks to refresh their brain. Have them try studying for 45 minutes, then resting for 15 minutes.

8. Getting enough sleep is important for effective studying and remembering. Be sure your child has an established bedtime at a reasonable time each night. Avoid caffeine a few hours before bedtime so sleep is uninterrupted.

9. Eating well gives your body and brain the fuel it needs. Children should eat three good meals a day and should not skip breakfast. Try to have them eat a balanced diet of good healthy foods and not too much junk.

10. Exercise will increase memory and study stamina, as well as making you feel generally more confident. Older children should aim for three to four exercise sessions a week, doing 20 or more minutes in each workout session. Always consult your child's physician before beginning any exercise program.

As children grow into young adults, it's important that we as parents provide the skills and habits they will need for life. Establishing good study habits now, will set them up for success in the future!

dipetik oleh aku dari laman familycorner.com

Muhasabah Harian Setiap Muslim

1.Apakah anda setiap hari selalu shalat shubuh berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)

2.Apakah anda selalu menjaga shalat yang 5 waktu berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)

3.Apakah anda hari ini membaca Al-Qur’an?

4.Apakah anda rutin membaca dzikir setelah selesai melaksanakan shalat wajib?

5.Apakah anda selalu menjaga shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib?

6.Apakah anda hari ini khusyu’ dalam shalat, menghayati apa yang anda baca?

7.Apakah anda hari ini mengingat mati dan kubur?

8.Apakah anda hari ini mengingat hari kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya?

9.Apakah anda telah memohon kepada Allah sebanyak 3 kali agar dimasukkan ke dalam syurga?

10.Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah sebanyak 3 kali agar diselamatkan dari api neraka? Karena: Barang siapa yang memohon syurga kepada Allah sebanyak 3 kali, Syurga berkata, Wahai Allah! Masukkanlah ia ke dalam syurga, dan barang siapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak 3 kali, Neraka berkata, Wahai Allah! Selamatkan ia dari api neraka. (Shahih Al-Jami’ No. 6151 Jilid 6)

11.Apakah anda hari ini membaca hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?

12.Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik?

13.Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau?

14.Apakah anda hari ini menangis karena takut kepada Allah?

15.Apakah anda selalu membaca dzikir pagi dan sore hari?

16.Apakah anda hari ini telah memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah anda perbuat?

17.Apakah anda telah memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa yang memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid, maka Allah akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidurnya. (HR. Muslim)

18.Apakah anda telah berdo’a kepada Allah agar Ia menetapkan hati anda di atas agama-Nya?

19.Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo’a kepada Allah di waktu –waktu yang mustajab?

20.Apakah anda telah membeli buku-buku islam untuk memahami islam? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang diikuti oleh para sahabat Nabi, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar).

21.Apakah anda memintakan ampun kepada Allah untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah? Karena dengan mendo’akan mereka anda mendapat kebaikan pula. (Shahih Al-Jami’ No. 5902)

22.Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat Islam?

23.Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya?

24.Apakah hari ini anda telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan?

25.Apakah anda dapat menahan amarah yang disebabkan karena urusan pribadi dan berusaha untuk marah karena Allah semata?

26.Apakah anda telah berusaha untuk selalu menjauhkan diri dari sikap sombong dan membanggakan diri?

27.Apakah anda telah mengunjungi saudara –saudara seiman dan seagama (ikhlas karena Allah semata)?

28.Apakah anda telah berdakwah untuk keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang yang ada hubungannya dengan diri anda?

29.Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua?

30.Apakah anda selalu mengucapkan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun – Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kami kembali kepada-Nya jika anda mendapat musibah dari Allah? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Hendaklah masing-masing kalian melakukan istirja’ (mengucapkan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun) pada setiap hal meskipun ketika tali sandalnya putus karena hal itu termasuk musibah. (Hadits hasan, lihat Shahih Al-Kalimut Thayyib No. 140)

31.Apakah anda hari ini mengucapkan do’a: Allahumma Innii A’uudzubika an Usyrikabika wa Anaa A’lam wa Astaghfiruka Limaa laa A’lam – Ya allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahui dan aku memohon ampunan-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui. (Shahih Al-Jami’ No. 3625). Barang siapa yang mengucapkannya maka Allah akan menjauhkan darinya dari syirik besar dan syirik kecil.

32.Apakah anda selalu berbuat baik kepada tetangga?

33.Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad dan dengki?

34.Apakah anda telah membersihkan lisan anda dari perkataan dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata yang tidak ada manfaatnya?

35.Apakah anda selalu takut kepada Allah dalam hal penghasilan, makanan, minuman dan pakaian?

36.Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan?
Akhi muslim, jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan nyata, agar engkau mendapat ridla Allah dan menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan di akherat, Insya Allah.

Sumber:
-Zaadul Muslim Al-Yaumi , Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah.

-Al-Qabru ‘Adzaabuhu wa Na’iimuhu, Syaikh Husain Al-‘Awaisyah

[Kontributor : Abu Abdurrahman Umar Munawwir]