Pages

Followers

Kesungguhan dan kenikmatan para salaf dalam menuntut ilmu

oleh: perpustakaan-islam.com
Imam Syafi'i pernah ditanya tentang semangatnya mempelajari ilmu adab,
"Bagaimana ketamakanmu terhadapnya?" Beliau menjawab, "Ibarat orang yang tamak mengumpulkan berbagai macam harta demi mencapai kepuasan terhadapnya.  Kemudian ditanya lagi, "Bagaimana cara kamu mencarinya?" Beliau menjawab "Sebagaimana seorang ibu sedang mencari anaknya yang hilang, dia tidak mencari apapun selain anaknya"
Imam Ahmad berkata "Aku mengembara untuk mencari hadits dan sunnah ke Tsughur, wilayah Syam, Sawahil, Maroko, Al-Jazair, Madinah, Irak, wilayah Hauran, Persia, Khurosan, gunung-gunung dan ujung dunia"
Abul Husain Ahmad bin Faris Al-Lughawi berkata, "Saya mendengar Ustadz Ibnu Al-'Amid berkata, "Saya tidak pernah menyangka bahwa di dunia ini ada kenikmatan lain yang lebih nikmat dari kepemimpinan dan kementrian yang aku jabat, Hingga suatu saat aku bisa menyaksikan diskusi yang terjadi antara Abu Qasim Ath-Thabrani dan Abu Bakr Al-Ji'ani.
Ath-Thabrani memiliki kelebihan dalam bidang hafalan dibanding dengan Abu Bakr, sedangkan Abu Bakr memiliki kelebihan dalam sisi kejelian dan kejeniusannya, hingga suara keduanya semakin meninggi dan tidak ada satupun yang terkalahkan.
Al-Ji'ani berkata, "Saya memiliki sebuah hadits yang tidak didapatkan dunia ini kecuali ada padaku". Ath-Thabrani berkata, "Mana?" Al-Ji'ani berkata "Telah berkata kepada kami Abu Khulaifah Al-Jumahi, berkata kepada kami Sulaiman bin Ayyub", Kemudian dia menyebutkan sebuah hadits.
Thabrani berkata "Telah berkata kepada kami Sulaiman bin Ayyub dan darikulah Abu Khulaifah Al-Jimahi telah mendengar, maka dengarkanlah hadits dariku, niscaya sanadmu akan menjadi 'Ali!
AL-Ji'ani pun tersipu malu, maka saya semakin yakin bahwa jabatan bukan segala-galanya. Saya kagum kepada Thabrani dan sangat senang kepadanya. (Siyar A'lamin Nubala)
Catatan:
Sanadnya menjadi 'Ali dengan sedikitnya perantaraan antara dia dengan Nabi, Sanad yang 'Ali adalah sanad yang dicari-cari oleh ahli hadits
Referensi
1. Rahasia Ibadah Generasi Shalih, Sami bin Muhammad. Cetakan Pustaka Iltizam
2. Menuntut Ilmu, Jalan menuju Surga. Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Pustaka At-Taqwa

No comments:

Post a Comment